Murid kelas 5 SD Santa Ursula Jakarta mengikuti kegiatan character building di Panti Asuhan Santo Yusup, Sindanglaya. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta kemandirian sejak usia dini. Sambutan hangat mewarnai kedatangan mereka disana. Suasana penuh keakraban langsung terasa, mencerminkan tujuan utama kegiatan yaitu membangun karakter yang peduli dan penuh kasih.
Setibanya di lokasi, para murid diajak untuk mengikuti doa Santo Fransiskus yang sarat makna tentang cinta kasih terhadap sesama dan alam. Doa ini menjadi pengantar yang menenangkan hati sebelum memulai rangkaian kegiatan. Setelah itu, mereka melaksanakan ibadat singkat bersama anak-anak panti. Momen ini menumbuhkan rasa syukur sekaligus mempererat ikatan spiritual di antara peserta dan tuan rumah.
Untuk memaksimalkan pengalaman, para murid dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok dipandu oleh guru pendamping dan pengurus panti agar kegiatan berjalan terarah. Pembagian kelompok ini bertujuan melatih kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab. Murid belajar bahwa keberhasilan suatu kegiatan bergantung pada kontribusi setiap anggota tim.
Dalam kelompok, murid diajak melakukan berbagai aktivitas praktis seperti memasak, memberi makan hewan ternak, berkebun, dan memancing. Aktivitas ini menanamkan nilai kemandirian sekaligus rasa hormat terhadap pekerjaan sehari-hari. Mereka tampak antusias saat mencoba hal-hal baru, mulai dari menyiapkan bahan makanan hingga merawat tanaman. Pengalaman ini memberi pelajaran bahwa kerja keras dan ketekunan adalah bagian penting dari kehidupan.
Selain kegiatan alam, murid juga diajak untuk mengeksplorasi alam sekitar Sindanglaya. Mereka berjalan menyusuri kebun dan hutan kecil, menikmati udara segar pegunungan. Eksplorasi ini bukan sekadar rekreasi, tetapi juga sarana pembelajaran tentang pentingnya menjaga lingkungan. Murid diajak memahami bahwa alam adalah sahabat yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Senyum ceria terpancar dari wajah murid, guru, dan anak-anak panti, menandakan keberhasilan acara. Momen kebersamaan ini menjadi kenangan indah yang akan melekat dalam ingatan mereka. Foto-foto tersebut bukan hanya dokumentasi, tetapi juga simbol persahabatan dan pengalaman berharga dalam membangun karakter.