Jl Pos No 2 Jakarta Pusat (021)3840915 admin@sma.santaursulajakarta.sch.id Senin - Jumat : 07.00 WIB - 14.00 WIB Sabtu : 07.00 WIB - 11.30 WIB

Di Bawah Naungan Santa Ursula

[powr-tabs id="b85c4827_1656246320"]

Dalam rangka 160 tahun Santa Ursula pada tahun 2019, saya sungguh bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala bimbingan-Nya. Saya sudah pensiun sejak tahun 2016, namun oleh Yayasan sampai sekarang ini masih diminta mengajar di SMA Santa Ursula. Selanjutnya, saya menuliskan kembali kesaksian saya sebagai pendidik di SMA Santa Ursula yang pernah dimuat di majalah Utusan Nomor 02, Tahun Ke -56, Februari 2006 halaman 14.

Entahlah, mengapa dulu saya kuliah di IKIP Sanata Dharma, hingga lulus tahun 1982. Padahal, menjadi guru bukanlah pilihan hidup saya. Kalau kemudian saya mengajar Bahasa Indonesia di SMA Santa Ursula sejak tahun 1982, itu karena terpaksa. Tak ada pilihan lain. Ijazah yang saya miliki, memang untuk menjadi guru. Maka sungguh berat rasanya, perjuangan saya untuk menjadi guru yang baik.

            Untunglah waktu itu saya bertemu dengan Sr. Francesco Marianti, OSU yang menjadi kepala sekolah. Di mata saya sosok suster ini amat tegas dalam bertindak, berdisiplin tinggi, bertanggung jawab, pekerja keras, dan selalu menciptakan terobosan-terobosan baru. Hal yang membuat saya kagum adalah seluruh kegiatan-kegiatan selalu terprogram dan tepat waktu. Kesaksian hidup suster itulah yang menjadi tantangan bagi saya untuk menekuni dunia pendidikan, sekaligus memotivasi saya untuk menjalankan tugas apapun yang harus saya lakukan, dan berusaha memberikan yang terbaik.

Bagaimana pun juga, mengubah suatu keterpaksaan menjadi kebahagiaan tidaklah mudah. Diperlukan perjuangan dan campur tangan Tuhan di dalamnya. Hingga akhirnya, seiring dengan perjalanan waktu, saya menemukan kebahagiaan dalam hidup, bukan saja sebagai guru melainkan sebagai pendidik.

            Bahagia sekali rasanya, ketika suatu waktu mendapat sapaan atau teguran dari para alumni, baik yang masih kuliah maupun yang sudah bekerja. Banyak pastinya di antara mereka yang sudah mapan hidupnya, dan mempunyai kedudukan penting di tempat kerjanya. “Bu Win lupa ya, sama saya? Saya kan murid Ibu…. Ibu yang mengajari saya. Sekarang saya bekerja di ….”

            Terima kasih, Anda masih mengingat saya. Bahagia juga rasanya, ketika bekerja bersama dengan para alumni, orang tua siswa, yang dengan penuh semangat melaksanakan kegiatan-kegiatan sekolah. Tentu masih banyak kebahagiaan lain yang saya alami, bekerja sebagai pendidik selama 37 tahun ini.

            Semula saya mengira hanya akan menjadi pendidik, tanpa berpikir sedikit pun akan diberi kesempatan mengembangkan wawasan dengan mengunjungi banyak tempat bersejarah di Thailand, China, Australia, dan Eropa. Bahkan, saya pun mendapat kesempatan untuk mengunjungi Tanah Suci dan Lourdes dua kali, yang sungguh mengokohkan iman saya. Semua itu membuat saya semakin mantap dan bersemangat untuk mendampingi para siswi khususnya, dan menjalin kerja sama dengan teman– teman seprofesi. Doa pagi misalnya, rutin dilaksanakan setiap pagi sebelum kami mulai bekerja. Di tempat lain, saya pun diteguhkan dalam mendampingi para katekumen di Paroki Santo Lukas, Sunter, Jakarta Utara yang sudah berlangsung sejak tahun 1986 hingga saat ini tahun 2019.

            Mendampingi para siswi ber live-in, semakin membuka mata, hati, dan jiwa saya untuk belajar hidup beriman, sederhana, pasrah dan rendah hati. Saya pun dapat merasakan kegembiraan dan harapan para siswa yang meskipun mengalami kesulitan dan penderitaan toh juga tetap tersenyum dan tertawa selama ber live-in.

            Semua itu membuat saya merasa tidak berarti di hadapan Tuhan. Saya hanya dapat bersyukur diberi kesempatan untuk berkarya bersama para suster Ursulin. Kalau tugas-tugas yang dipercayakan kepada saya dapat berjalan dengan baik dan lancar, semua itu berkat kekuatan Tuhan Yesus Kristus sumber hidup saya, dan tentu saja karena boleh mengikuti nasihat Santa Angela:

            “Maka pertama-tama puteri-puteri, saudara-saudariku tercinta dalam darah Yesus Kristus, saya mengingatkan Anda, dengan bantuan Allah, usahakanlah bersikap rendah hati, dan yakinlah bahwa Anda tak layak menjadi pembesar dan pemimpin; anggaplah dirimu pembantu dan hamba dan sadarilah bahwa kebutuhan Anda untuk melayani putera-puteri Anda lebih besar daripada kebutuhan untuk dibantu dan dibimbing oleh Anda.”

            Dengan peringatan 160 tahun Santa Ursula mendampingi para siswa sungguh menguatkan PANGGILAN SEBAGAI PENDIDIK. Saya menjadi kuat dan tetap berusaha setia mendampingi para siswi SMA Santa Ursula karena Tuhan Yesus yang selalu meneguhkan dan membimbing saya. Saya juga dikuatkan oleh nasihat Santa Angela untuk tetap setia melayani melalui kesaksian para Suster Ursulin yang bertugas di Komunitas Santa Usula Jalan Pos 2, Jakarta Pusat, khususnya Sr. Francesco yang selalu mengedepankan kedisiplinan, dan kerja keras serta menyerahkan hidup ini kepada sang pemilik hidup, Tuhan Yesus Kristus.

 

(Sumber: Dari buku Tak Lekang Dimakan Zaman)

Super User